BladeCenter‎ > ‎

Setup RAID

Insya Allah, saya akan menceritakan pengalaman saya bagaimana mensetup RAID pada IBM BladeCenter Politeknik Kampar.

  1. Masuk ke BIOS dengan menekan tombol F1 saat server startup, maka akan terlihat seperti pada Gambar01.

  2. Pada BIOS, pilih System Settings, urutan kedua setelah System Information, seperti terlihat pada Gambar01. Tekan Enter, maka akan terlihat Jendela System Settings, seperti terlihat pada Gambar02.

  3. Pada System Settings, pilih Adapters and UEFI Drivers, nomor dua dari bawah pada Gambar02, tekan Enter.

  4. Pada Adapters and UEFI Drivers, tekan Enter dulu kalau terlihat tampilan seperti Gambar03, sehingga terlihat tampilan seperti Gambar04

  5. Jika telah keluar tampilan Available Adapters and Drivers, pilih salah satu di LSI Logic Fusion MPT SAS Drivers, bisa salah satu dari PciRoot, tekan Enter

  6. Jika tampilannya sudah mirip dengan Gambar05, maka Anda cukup tekan Enter untuk melihat Adapter Properties. Tampilan akan seperti Gambar06.
  7. Pada Gambar06 di atas, pilih RAID Properties, sehingga keluar tampilan seperti Gambar07 berikut. Pada Gambar07, Pilih Create IM Volume, untuk membuat Integrated Mirror Array, karena harddisk kita saat ini adalah dua keping SAS 140GB yang ingin digabungkan menjadi sebuah Integrated Mirror, yaitu harddisk pertama dan kedua akan memiliki data yang sama, gunanya untuk mengurangi kemungkinan gagalnya/failurenya harddisk pada server. Apabila harddisk pertama gagal membaca, data dapat diambil dari harddisk kedua, begitu seterusnya. Kita juga dapat menggunakan harddisk kedua untuk dibackup di server lain, atau digunakan sebagai Primary untuk diclone-kan ke blade yang lain.

  8. Begitu Anda selesai menekan Enter pada Create IM Volume maka tampilan akan seperti Gambar08. Geser kursor ke kanan, hingga pas di bawah RAID Disk yang semula bernilai [No], tekan Spacebar pada Slot 0 untuk memilih harddisk pertama dan membuat RAID
  9. Jika tampilan seperti Gambar09, ada dua pilihan:

    1. M --> Membuat harddisk kita yang pertama sebagai primary IM, yang datanya akan disalin ke harddisk kedua / secondary
    2. D --> Menghapus data di harddisk pertama dan kemudian menjadikan harddisk tersebut sebagai primary IM kita. Karena harddisk kita masih kosong, pilih D ini.
  10. Jika proses 9 selesai, Anda akan melihat tampilan seperti Gambar10. Anda bisa lihat sekarang bahwa harddisk pertama kita (Slot0) sekarang sudah [Yes] pada RAID Disk. Geser kebawah untuk memilih Slot1 (harddisk kedua) dan tekan spacebar

  11. Harddisk kedua akan otomatis menjadi secondary.

  12. Tekan C untuk create array,

  13. lalu pilih Save changes than exit this menu

  14. Anda akan kembali ke menu Adapter Properties lagi, sama seperti Gambar06.

  15. Jika tidak ada yang perlu, dan kita ingin restart, Escape saja terus

  16. Esc lagi

  17. RAID kita otomatis sudah di save, jadi tidak perlu di save di sini, tapi boleh juga di save atau boleh juga Exit

  18. Yes

  19. Kembali ke menu awal lagi. Esc lagi

  20. kembali ke Systems Settings lagi

  21. Esc lagi untuk kembali ke menu awal BIOS

  22. Anda dapat memilih Boot Manager (menu ke-5 Gambar21 di atas) untuk boot ke DVD ubuntu kita, kalau Anda ingin menginstal ubuntu sekarang

Semoga tidak ada yang salah ya ...


Comments